Takut Suami???

May 15th, 2008

souvenir-pengantin.jpgTp msh mending, bini loe msh takut sama sm loe, drpd bininya si anu…

Hallooo… mbak, mpok… tolong ya diralat, tolong dibedain antara takut suami dgn menghormati suami…
Oh, saya tahu… mungkin ini hanya masalah bahasa sajah. Sampeyan yg orang Betawi, bisa ngomong dengan bahasa sak karepe dewe, sedang saya yg orang Jawa, tidak bisa langsung menerima bahasa sampeyan (gitu mungkin ya).

Apapun maksud sampeyan, kalo menurut saya itu begini:
Saya bukannya “Takut Suami” tapi… “Menghormati Suami”.
Jadi menurut pendapat saya;
Kalo takut suami itu, melakukan kegiatan sehari-hari dgn keterpaksaan, krn takut, tdk pny kemerdekaan, takut mengutarakan pendapat, meng-iyakan semua permintaan suami.
Tp kalo menghormati suami itu, istri bisa mengeluarkan pendapat, tanpa tekanan. Istri tdk takut menegor, jika suami salah. Suami adalah partner Istri. Jadi dgn kata lain saya menghormati suami sbg kepala keluarga, sbg pemimpin keluarga, agar supaya suami dapat membawa keluarga ke jalan yg benar, yg lurus (itu harapan saya).

Jadi mbak, mpok sekalian saya bkn takut suami, tp menghormati suami…

HAPPY BIRTHDAY AYAH…

Gambar diambil dari sini 

Entry Filed under: Uncategorized

2 Comments Add your own

  • 1. latree  |  May 21st, 2008 at 8:44 pm

    yuk, kita hormati suami-suami kita…

  • 2. belajar  |  May 25th, 2008 at 6:54 pm

    kita semua dilahirkan dalam kodrati manusia yang seyogyanya dalam derajat kesetaraan sesama manusianya, apakah itu pria/wanita. Jadi logikanya adalah: hormatilah manusia lainnya seperti kita menginginkan diri kita dihormati. Bukankah begitu?

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Archives

Tags

Pages

Links

Meta